Perjalanan saya sebelum mulai menyukai IT bermula dari rasa penasaran tentang bagaimana sebuah sistem benar-benar bekerja dari dasar. Ketertarikan itu mendorong saya untuk terus mengulik, mulai dari mempelajari bahasa pemrograman, hingga merancang suatu sistem Namun, seiring berjalannya waktu dan berbagai proyek yang saya kerjakan, saya menyadari satu hal: sistem secanggih apa pun tidak akan berdampak besar tanpa adanya generasi yang memiliki pondasi dan pemahaman akan kegunaannya. Kesadaran inilah yang menjadi titik balik saya untuk beralih dan mendedikasikan diri sebagai Guru dan Pendidik. Sebagai calon guru Informatika, saya ingin membawa realita industri ke dalam ruang kelas. Pengalaman praktis saya merancang berbagai solusi digital—seperti membangun sistem absensi real-time dan jurnal kelas—menjadi bekal saya untuk menunjukkan kepada siswa bahwa apa yang mereka pelajari punya dampak nyata. Misi saya kini bukan lagi sekadar menulis baris kode untuk diri sendiri, melainkan melatih daya nalar siswa agar mereka tidak hanya tumbuh menjadi penikmat teknologi, tetapi juga kreator yang paham logika di baliknya.
Untuk mengenalkan kepada peserta didik bahwa pada era digitalisasi pentingnya untuk open mind dan berkembang untuk pengetahuan baru terutama pada bidang teknologi
"Peran guru adalah menciptakan kondisi untuk sebuah penemuan, bukan sekadar menyediakan pengetahuan yang sudah jadi."
— Seymour Papert
Kumpulan karya dan dokumentasi kegiatan PPL per siklus.
Informatika, teknologi dan informasi, literasi digital, cakap bermedia digital, aman berme…
Nilai rata-rata penyusunan perangkat pembelajaran (L7) dan praktik mengajar (L8).
Visi kompetensi dan roadmap pengembangan profesi sebagai pendidik.